Jasa Tukang Lantai – Tukang Keramik di Makasar

Jasa Tukang Lantai – Tukang Keramik di Makasar
Pinang Ranti, Makasar, Halim Perdanakusuma, Cipinang Melayu, Kebon Pala

Tukang lantai adalah pekerja konstruksi khusus yang bertanggung jawab untuk memasang, merawat, dan memperbaiki berbagai jenis penutup lantai.

Secara garis besar, berikut adalah rincian apa saja yang dikerjakan oleh seorang tukang lantai:

1. Persiapan Permukaan (Pekerjaan Awal)

Sebelum lantai dipasang, tukang harus memastikan dasar permukaannya sudah siap. Jika bagian ini gagal, hasil akhir lantai bisa gelombang atau mudah rusak.

  • Membersihkan dan meratakan: Menghilangkan debu, kotoran, atau sisa semen dari lantai dasar (subfloor).
  • Membuat coran dasar (plester/screeding): Meratakan ketinggian lantai menggunakan campuran semen dan pasir agar posisinya benar-benar rata (level) atau miring ke arah pembuangan air (khusus kamar mandi).
  • Memasang lapisan kedap air (waterproofing): Biasanya dilakukan untuk area basah seperti kamar mandi atau balkon agar air tidak rembes ke lantai di bawahnya.

2. Pengukuran dan Pola (Layout)

  • Mengukur ruangan secara akurat untuk menghitung kebutuhan material.
  • Menentukan titik awal pemasangan (biasanya dari tengah ruangan atau area yang paling terlihat) agar potongan keramik di bagian pojok terlihat simetris dan rapi.

3. Pemasangan Material Lantai

Ini adalah tugas inti mereka. Tergantung keahliannya, seorang tukang lantai bisa memasang berbagai jenis material:

  • Keramik, Granit, atau Marmer
    Menggunakan mortar/semen khusus untuk merekatkan ubin, lalu memukulnya perlahan dengan palu karet agar menempel sempurna tanpa ada rongga udara di bawahnya.
  • Parket atau Vinyl
    Memasang lantai kayu atau bahan sintetis (baik sistem klik, lem, maupun sticker).
  • Lantai Semen Ekspos/Epoxy
    Membuat lantai beton halus atau melapisi lantai industri dengan cairan epoxy.

4. Pemotongan Material

  • Memotong ubin atau papan lantai menggunakan alat khusus (tile cutter atau gerinda) untuk menyesuaikan ukuran di area sudut, sekitar tiang, atau jalur pipa.

5. Finishing (Penyelesaian)

  • Pengisian Nat (Grouting)
    Mengisi celah-celah di antara ubin dengan semen khusus nat setelah semen perekat mengering.
  • Pembersihan
    Membersihkan sisa-sisa semen atau nat yang menempel di permukaan lantai sebelum mengeras.
  • Pemolesan (khusus marmer/teraso)
    Melakukan polishing menggunakan mesin khusus agar lantai mengkilap sempurna.

Tukang lantai yang bagus biasanya sangat detail dalam melihat “kelurusan” (menggunakan benang dan waterpass) serta memastikan tidak ada bagian ubin yang “kopong” (berongga) saat diketuk, karena ubin kopong akan mudah pecah di kemudian hari.

Tukang keramik adalah pekerja konstruksi dengan keahlian khusus (spesialis) yang fokus pada pemasangan ubin, baik di lantai maupun di dinding. Pekerjaan mereka menuntut akurasi tinggi, kesabaran, dan estetika agar hasil pasangannya rapi, lurus, dan tidak mudah rusak.

Berikut adalah rincian detail mengenai apa saja yang dikerjakan oleh seorang tukang keramik:

1. Persiapan Lapangan & Material

Sebelum mulai menempelkan keramik, tukang akan melakukan persiapan krusial ini:

  • Mengukur dan Menghitung: Mengukur luas ruangan untuk menentukan kebutuhan jumlah kardus keramik dan semen, serta meminimalkan bahan yang terbuang (waste).
  • Menentukan Titik As (Layout): Mencari titik tengah ruangan menggunakan benang ukur. Ini dilakukan agar potongan keramik di bagian pojok ruangan seimbang dan terlihat rapi.
  • Meratakan Permukaan (Screeding): Membuat dasaran lantai menggunakan campuran semen dan pasir kasar agar permukaannya benar-benar rata, atau dibuat miring (khusus di kamar mandi agar air mengalir ke got).
  • Merendam Keramik: Untuk jenis keramik tanah liat biasa (bukan granit/homogenous tile), tukang akan merendamnya di dalam air terlebih dahulu agar keramik tidak menyerap air dari semen perekat, yang bisa bikin keramik mudah lepas (kopong).

2. Pemasangan Keramik

Ini adalah proses inti yang membutuhkan ketelitian tinggi:

  • Membuat Adukan Semen: Mencampur semen biasa, pasir halus, atau menggunakan semen instan (mortar) khusus perekat keramik.
  • Menempelkan Keramik: Mengoleskan semen ke dasar lantai/dinding atau ke bagian bawah keramik, lalu menempelkannya sesuai jalur benang acuan.
  • Meratakan dengan Palu Karet: Mengetuk-ngetuk permukaan keramik secara perlahan menggunakan palu karet agar menempel sempurna tanpa menyisakan rongga udara di bawahnya.
  • Menjaga Jarak Nat: Menggunakan alat bantu seperti tile spacer (ganjalan plastik) agar jarak atau celah antar-keramik benar-benar konsisten dan lurus.

3. Pemotongan (Cutting)

  • Tukang keramik pasti dihadapkan pada area sudut, tiang, atau jalur pipa air. Mereka bertugas memotong keramik menggunakan alat potong manual (tile cutter) atau gerinda tangan listrik secara presisi agar pas dengan bentuk ruangan.

4. Tahap Akhir (Finishing)

  • Pengisian Nat (Grouting): Setelah semen perekat kering (biasanya 24 jam), tukang akan mengisi celah antar-keramik menggunakan semen khusus nat (tile grout).
  • Pembersihan: Mengelap dan membersihkan sisa-sisa semen nat yang meluber di permukaan keramik menggunakan spons basah sebelum semen tersebut mengeras dan merusak estetika.

Area Kerja Tukang Keramik:

Tidak hanya di lantai ruang tamu, seorang tukang keramik biasanya juga ahli memasang di area:

  • Dinding: Seperti backsplash dapur atau dinding kamar mandi.
  • Tangga: Memasang keramik pada anak tangga beserta siku pengamannya (nosing).
  • Fasilitas Luar Ruangan: Seperti area teras, carport, atau dinding pilar rumah.

Kami siap mengerjakan berbagai pekerjaan renovasi / bangun baru.

Perlu Tukang Lantai / Tukang Keramik ?

BANGUN JAKARTA

Hubungi Kami Segera,